Yanisa Yuni Alfiati

Guru SMA Negeri 1 Padamara Mapel Biologi Unnes ...

Selengkapnya
Ketika Rasa  Pergi Bersama Mimpi

Ketika Rasa Pergi Bersama Mimpi

Dulu pernah ada rasa yang memberiku kesejukan seperti embun pagi yang menetes di pagi hari.

Tapi saat mentari terbit

rasa itu pergi berlari

Dulu pernah ada rasa yang memberiku kehangatan seperti selimut malam yang memelukku di malam hari

Tapi saat pagi menjelang

Rasa itu terlipat diam

Iya...

Rasa itu pergi tak berpamitan

Diam dengan mulut tersumpal kebisuan

Rasa yang pernah ku miliki itu hilang

Terbawa tiupan angin sepoi yang menghempas rambutku

Angin yang dulu pernah kutitipi salam rinduku

Angin yang mengkhianati kepercayaanku

Menusuk rusuk dan mengambil rasa dalam jiwaku.

Oh... Bukan...

Bukan angin yang mengambil rasa dihatiku

Tapi air yang membersihkan tubuhku telah tega menerobos pori-pori kulitku dan mencuri rasa yang kusimpan dihatiku

ahhhh... aku salah lagi

Bukan air yang mencuri rasaku

Tapi mimpi yang telah berani mengajak rasaku pergi dan tak mau membawanya kembali

Kenyataan yang berbeda dari mimpi yang ditemuinya

Membuat rasa itu enggan kembali

dan bertahta di hati ini

Rasa itu bahagia di alam mimpinya

mengembara dengan senyum yang tak pernah berhenti menghiasi wajahnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeeen Bund. Sukses selalu dan barakallah fiik

21 Mar
Balas

Yeeee... Terima kasih bunda... semangat bikin puisi lagi hehehe... sukses selalu bunda dan barakallah

21 Mar
search