Yanisa Yuni Alfiati

Guru SMA Negeri 1 Padamara Mapel Biologi Unnes ...

Selengkapnya
Tak Mudah Mengembalikan Rasa

Tak Mudah Mengembalikan Rasa

Sudahlah

Kamu terlalu licin seperti belut dilumpur sawah

Tak kan pernah ku raih meski tubuhku kotor dan terluka

Kuyakinkan padamu

Mulai saat ini kamu aku ijinkan pergi

Berkelana bak musafir cinta

Kali ini aku tak peduli lagi

Kamu akan mencarinya kembali atau mencari yang lain lagi

Aku sudah lelah berharap

Dadaku sesak merasakan tumpukan dusta yang kau timpakan

Kepalaku penat memikirkan tanya yang tak berjawab

Tanganku perih menggenggam asa berujung tajam

Aku sudah bersabar menunggu waktu yang terus berputar

Namun roda itu seakan terhenti hingga tak ada lagi harap menemukanmu kembali

Aku sudah bertahan dari terpaan angin yang telah memporakporandakan ruang di dalam relung hati

Namun semua hancur tak bersisa lagi

luluh lantah bak bibir pantai yang diterjang tsunami

Mungkin bahagiamu bukan di rumah kecilku

Rumah yang menjadi penjara bagimu

Ibarat sangkar burung membelenggu hidup mahluk bersayap itu terbang bebas

Kupahami jiwamu yang lepas tanpa kendali dan nafsumu yang terlalu keras menuntut untuk dipenuhi

Tak ada guna memelukmu disini jika jiwamu selalu ingin berlari

Biarlah kulepas ikatan yang mengekang erat sayapmu

Terbang dan terbanglah sampai kau temukan senyum sejatimu

Rasa ini sudah terlanjur mati

Tak mungkin bisa hidup kembali

Karena ruh itu telah pergi sebelum kepakan sayapmu mulai tergerak

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Puisi yang menyayat hati. Sukses selalu dan barakallah fiik

21 Mar
Balas

Terima kasih bunda... semangat berkarya... sukses selalu bunda dan barakallah

21 Mar
search