Yanisa Yuni Alfiati

Guru SMA Negeri 1 Padamara Mapel Biologi Unnes ...

Selengkapnya
Balada Sarmin

Balada Sarmin

BALADA SARMIN

Suara petir menggelegar
Memekakan telinga
Hujan deras mengguyur bumi
Awan gelap dingin memeluk

Sarmin terdiam di gubug reot
Perutnya bicara
Namun tak pernah di dengarnya

Dua hari tangan Sarmin tak menyentuh nasi
Bibirnya mengering tak ada setetes air membasahi lehernya
Tubuh Sarmin menggigil...
Sarmin kelaparan

Saudara tak ada
Tetangga diam tak menyapa
Sarmin sudah gila katanya
Biarkan mati dan mengubur sendiri

Sarmin maling yang terkucil
Maling nasi sisa di warung mbok Minah
Sarmin lapar, mencari sisa makanan di tempat sampah, lalu diteriaki maling

Ahhhhh..... Sarmin
Laki-laki tua miskin yang gila karena lapar itu terdiam lunglai
Lapar memeras perutnya dan dingin menusuk tulangnya

Saudaranya tak berbelas kasih
Tetangga tak punya peduli

Sarmin tua tak bisa bekerja lagi
Tenaga tua tak laku dijual
Lelaki tua hanya bisa bernapas saja

Kemana nurani kamu manusia?
Melihat kakek tua renta terbiar tak berdaya
Digubug reot beralas kardus
Memegang perut dan memeluk tulang

Tak punyakah sedikit kasih?
lelaki tua butuh sesuap nasi
Nasi sisa yang terbuang setelah perutmu kenyang.

Ahhhhh.... kalian memang kejam
Membiarkan Sarmin mati kelaparan
Laki-laki tua yang kalian anggap gila itu manusia
Sama dengan kalian yang tak punya hati dan merasa hidup sendiri

Maling yang mencuri sisa nasi di tong sampah itu telah kalian biarkan mati.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bagus bu,.....barakallah salam kenal, ternyata satu kota

22 Mar
Balas

masa sih... Purbalinga mana jeng?

22 Mar

Bagus Bu Yanisa.

23 Mar
Balas

Terima kasih pak Pani

23 Mar

Puisi yang indah dan menggetarkan jiwa bagi pembacanya. Salam Literasi

22 Mar
Balas

Terima kasih pak Wahyu... salam literasi

22 Mar
search